Sabtu, 25 Mei 2013

Sleman Fans (Mrebes Mili)


Pagi Sleman
pagi yang seolah melepaskan semua tulangku dari kulitnya, capek iya setelah awaydays blitar kemarin. kapok? tidak sama sekali pasuruan menanti. kenapa tidak kapok? tanyakan saja pada setiap jengkal jalanan yang kami lewati menuju blitar kemarin.

tak perlulah saya ceritakan bagaimana perjuangan temen2 semua dalam mencari dana untuk awaydays belum lagi perjuangan temen2 mencari jalan yang aman. saya sendiri ikut merinding, tegang dan marah malam itu. yang saya lihat malam itu adalah semangat yang ngga padam di mata mereka yang akan berangkat awaydays meski kabar pemblokiran jalan ada dimana-mana. di perjalanan dalam membuka jalan saya dan teman2 terus berkoordinasi demi keselamatan. di ponorogo saya melihat bus A3 kuning penuh sesak oleh sleman fans bahkan ada yang berdiri berpegangan satu tangan di pintu. what the…. jogja blitar berdiri dengan satu tangan. beberapa mobil dan motor saya temui sepanjang perjalanan demi sang kebanggaan PSS Sleman.

sampai juga saatnya pertandingan, sleman fans memang luar biasa seribuan suporter dan beli tiket semua. kita yang mendeklarasikan NO TICKET NO GAME dan kita tepati itu di Blitar. di dalam stadion saya bertemu dengan kapolres blitar dan disambut pertanyaan

kapolres : ” berapa bus mas dari sleman?”

saya : “11 bus bbrp mobil ndan “

kapolres dan bbrpa anggotanya : “WOWWWW ?”

kapolres :” dibiayain bupati mas?”

ah sejenak saya termangu
saya : “wah ngga ndan, kami datang dengan biaya sendiri bahkan sampai ada yg gadaikan helm,jual ayam,burung dll”

kapolres bengong dan semakin banyak orang yang mengerumuni saya dan terheran heran dengan cerita saya bagaimana sleman fans berjuang untuk awaydays dan tetap membeli tiket masuk stadion. saya tunjukkan logo NO TICKET NO GAME di dada jersey saya bukan sekedar logo saja tapi sudah menjadi bagian komitmen kami dari sleman untuk sepakbola nasional.

dan pak kapolres meminta pin bb saya entah untuk apa tapi setidaknya kalau saya ngga bawa sim di blitar saya aman hehehe

berlanjut ke permainan team superelja yang menurut saya sudah sangat luar biasa berjuang. bermain bagus di setiap lini terutama waluyo, ade wahyu gunawan dan ali barkah yang nilai 9 sangat pantas untuk mereka. kalah? kecewa? iya pasti tapi sleman fans tetap berdiri tetap menyanyi meski saya lihat beberapa sambil menangis pun saya. pertandingan usai dan sleman fans masih bernyayi dengan tertib tidak meninggalkan kerusuhan sedikitpun. inilah sleman fans yang luar biasa dewasanya. datang dan pergi dengan cinta dan kebanggaan.

pulang dengan 20 jam perjalanan sleman fans tetap dijalani dengan bernyanyi. sampai pagi ini saya masih terharu dan merasa sedih tidak bisa mencegah kekalahan superelja. jika saya lebih tanggap mungkin kekalahan ini tidak terjadi. melalui tulisan ini saya sebagai pribadi minta maaf karena saya yang tidak cepat tanggap dengan apa yang terjadi di team sehingga kekalahan menjadi hukumannya.

saat ini saya sedang berusaha mengembalikan superelja yang sesungguhnya. ini bagian dari tantangan yang kalian sleman fans percayakan pada saya, doakan saat lawan persires sudah kembali menjadi superelja yang sebenarnya.

semangat sleman fans sudah menjalar disetiap sudut darah dan nadiku akan saya wujudkan dalam kepakan sayap sayap superelja. WE ARE STRONG SO FEAR US

source : olahraga.kompasiana.com print this page

Tidak ada komentar:

Posting Komentar